Berita


Pemerintah daerah Aceh melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Angkasa Pura II (AP II) tentang perbaikan transportasi penerbangan di Aceh, khususnya pengembangan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh.

Pengembangan Bandara SIM ini, selain untuk melayani arus jamaah Umrah, juga peningkatan arus kargo dan wisatawan ke Kota Serambi Makkah tersebut.

Pengesahan MoU ditandatangani oleh Gubernur Zaini Abdullah dan Direktur Utama AP II Budi Karya Sumadi, di Banda Aceh, kemarin.

Penandatanganan itu dilakukan di Pendopo Kantor Gubernur Aceh.
Dalam MoU itu pihak Pemda Aceh memberikan lahan seluas 51 hektare di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) kepada AP II.

Pemberian lahan tersebut bertujuan untuk mengembangkan bandara SIM dengan membangun kargo dan terminal khusus umrah.

Pembangunan kargo diperuntukkan untuk menyimpan produk-produk yang akan diekspor.

Selain itu, akan juga dibangun hotel untuk tempat menginap jamaah Umroh.
Pembangunan terminal dan kargo dikerjakan pada tahun ini, namun Pihak AP II tidak merinci biaya yang akan dikeluarkan.

“Kami akan mengoptimalkan aset menjadi produktif dan berguna untuk bandar udara Internasional Sultan Iskandar Muda,” ujar Budi Karya dalam sambutannya.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan, saat ini Aceh sudah memiliki penerbangan umroh langsung dari Aceh ke Jeddah.

“Mudah-mudahan dengan adanya ini tentunya kita akan menambah jamaah umroh. Masyarakat sangat bersuka cita dengan adanya penerbangan umroh langsung ini,” ucap Gubernur Zaini seperti dikutip kompas.com.

Gubernur berharap nantinya setiap hari ada penerbangan umroh dari Aceh. Saat ini katanya hanya ada dua penerbangan umrah dalam seminggu.

“Sebagaimana kita ketahui bandar udara SIM merupakan kunci utama pembangunan aceh,” tegas Gubernur Zain

source : http://beritatrans.com